Selasa, 31 Mei 2011

TUTORIAL SURPAC BAG.1

TUTORIAL SURPAC BAG 1

Pengukuran Vol. utk solid
à digunakan utk peghitungan volume hasil pemboran
Menu solid diaktifkan
Triangulate à between segment à apply
Triangulate à inside segment (utk menutup ruang kosong di bag. atas & bawah)
Validation à apply à lihat file *.not
Volumes à report volumes solids à apply à lihat file *.not (baca volume)

Mine Design
Data yang dibthkan :
- Besarnya slope
- Tinggi jenjang
- Lebar jenjang
- Dimensi ramp
1. Menu Mine Design diaktifkan
2. Pit Design à select slope method
- Design slope à slope disemua posisi besarnya sama
- Slope strings à slope disalah satu posisi berbeda
3. Tentukan besarnya slope yang diinginkan
4. Pit Design à New Ramp
Tentukan dimana ramp itu akan dibuat (lebarnya,dab) à apply
Isi table yang muncul à apply
5. Expand Segment à By bench Height à utk tinggi bench à tentukan sisi
bench yg akan diperluas à apply.
Expand Segment à By berm Width à utk lebar bench à tentukan sisi
terluar dari bench yg akan diperluas à apply.
Untuk merubah arah jalan :
1. Yang dirubah/didesain adalah berm-nya
2. Ramp properties sbelumnya dihilangkan dan harus dibuat properties utk new ramp

Perhitungan Volume (Net Volume) à utk perhitungan volume total
1. Buat original surface dlm btk *.DTM
2. Buat design tambang dlm btk *.DTM
3. Buat pit boundary/limit dari bentuk *str, dimana :
- Kurva harus tertutup
- Arah kurva clockwise
4. Klik volumes à Net volumes between DTM’s
5. Isi kolom dengan :
- Define first DTM à original surface
- Define second DTM’s à design tambang
- Isi location dengan à pit boundary
6. Isi nama file yang diinginkan
7. Apply 2x à muncul file dlm bentuk *.not
Perhitungan Volume à berdasarkan elevasi

1. Utk no.1 s/d 3 sama dengan diatas
4. Buka file pit boundary/limit à pilih koordinat yang akan diukur/section ( x & y )
5. Surface à DTM file function à create sections from DTM
6. Isi kolom yang ada :
- Define first DTM à original surface
- Define second DTM’s à design tambang
- Pit Boundary/limit
- Define the file to create (isi nama file yg diinginkan)
7. Buka file section yang baru saja dibuat pd no.6
8. Volumes à by elevation from sections
9. Isi kolom yg ada :
- Location à file section pd no. 6
- Range à dr ttk terendak, tertinggi, jarak per section

Membuat hasil pemboran
1. Buat file di Excell dgn sheet:
- Database pemboran
- Collar : Hole ID, X;Y;Z, Max Depth, remark 1, remark 2
- Survey : Hole ID’ Depth, Dip, Azimuth
- Geologi : Hole ID, sample ID, Depth from, Depth to, thickness, app.dip, rock type, coal seam, remark
- Sample: Hole ID, sample ID, Depth from, Depth to, thickness, app.dip,
rock type, coal seam, Data coal quality (TM, IM, CV, etc)
2. Masing-masing sheet disave dgn *.csv
3. Surpac à menu Database
4. Database à open/new
- Database type à acess à calculated
5. Tambahkan table dgn geologi & sample
6. Tambahkan kolom agar sama dgn masing-masing kolom pada file *.csv
!!! TABEL HARUS SAMA !!!
7. Isi type dengan :
- character à huruf
- real à angka
8. Database à import data à masukan masing-masing file *.csv
9. Lihat hasilnya pada à *.log
Jika no overlapping maka data sdh benar
10. Untuk menampilkan batang bor
Display à drillhole display styles à isi warna utk coal seam
11. Display drillhole à isi masing-masing table di ‘geologi’à klik kanan à get field codes
12. Extract à zone thickness & depth à isi kolom
13. Display à drillhole
14. Display à recallà display à string & points (drawing method à line/marker)
Untuk mengetahui besarnya dip :
1. Dari drillholes bentuk garis/string à surface à create DTM from layer à save
2. Contouring à contour DTM file à jd file *.str
3. Buka file *.str shg bisa dilihat bsrnya dip dari batubara
Membuat SR-Countour
1. Suraces à advances àmaths between DTM’s
2. Masukkan expresions
((a-b)/(b-c)) + 0,001)
dimana:
a – DTM topo
b – DTM roof coal
c – DTM floor coal

Menurunkan elevasi topografi
File tools à string maths
Isi file yang akan dirubah, file yang baru dan isi field dgn Z, serta expresion (rumus, mis : z – 3) yg artinya seluruh elevasi dikurangi 3 meter.

Membuat intersection (boundary) scr spt
Surface à clip or intersect à line intersections between DTM’s

Cara meng-expand pit pada bagian tertentu
1. Buka peta design pit lalu dipotong bagian yang akan di expand
2. Ganti no.string utk bagian yang akan di expand lalu save
3. Hilangkan/hapus string yang baru dan save design pit yang baru
4. Buka file *.str (no.2) yang baru dan mulai diexpand sesuai keinginan (string yang tdk perlu dpt dibuang)
5. Lalu save string yg sdh diedit/expand
6. Buat file *.DTM utk design yang sudah di expand (no.5)
7. Buat intersection dari peta topo dan file *.DTM dari no.6
Surface à DTM file function à line intersection between 2 DTM
8. Rapikan hasil intersection (boundary) à save
9. Buka file *.str yg sdh diexpand dan file hsl intersection serta rapikan (garis yg keluar dr boundary diedit)à save
10. Buka layer baru dgn isi dan digabung:
- Design pit yang baru (no.3)
- Design bench yang sdh diexpand (no.5)
- Boundary pit yang baru (no.8)
11. Samakan stringnya, lalu hubungkan design pit dgn design bench yg sdh di expand à save ke *.DTM
12. Buka file pit awal (*.DTM) dan file *.DTM (no.11)
13. Buat section
View à viewing planes à cutting planes (pair)
14. Design yg baru, string-nya dirubah
Cara membuat data Geologi s/d Mine Design
1. Setelah file drill hole terbentuk dalam *.str
2. Buat grs Bantu diatas dan dibawah sesuai dengan dip masing-msing hole (utk top dan bottom coal)
3. Buat file *.dtm dari no.2

4. Buat kontur struktur coal (ks)
à countouring à countour DTM file
5. Buat cropline
à surfaces à DTM file functions à line of intersections between 2 DTM’s
File : - Topo (DTM)
- Kontur Struktur (DTM)
6. Buat design tambang dgn elevasi floor (trial & error)
7. Buat boundary pit à intersect topo dgn design tambang
8. Hubungkan boundary pit sesuai nomer lalu di trim dengan design yang
ada.
9. Hitung volume OB dgn metode Net Volume
10. Buat floor coal dengan cara intersect design (DTM) dgn floor/roof (DTM)
11. Buat roof coal (cropsline) dengan cara intersect topo dgn model coal
12. Gabung antara no.10 dan 11 dan sambungkan sesuai nomer à boundary coal
13. Hitung volume coal (luas boundary coal dikalikan dgn tebal coal dari laporan pemboran) à perhitungkan kasar, lalu hitung pula SR-nya
14. Buat file di Excell utk perhitungan volume
15. Hitung volume OB per section tiap zona (buat penampang OB per zoneà *.str)
File :
- Topo (DTM)
- Design (DTM)
- Boundary Pit (str)
Tentukan : x, y1 dan y2
16. Buat penampang coal per zone per seam (cara sama dgn no.14)
File :
- Roof coal (DTM)
- Floor coal (DTM)
- Boundary coal (str)
Tentukan : x, y1 dan y2

Menghitung Volume dari Kontur Tertutup

1. Buat kontur dalam bentuk polygon

2. Buat trianglenya ( model – triangle – desingn )

3. Reserves – Sample – Polygons , Schema dikosongkan saja, yang diisi tab Setup saja

  1. Input polygons diisi
  2. Element ID > Pick
  3. Volume di check list
  4. Top Surface : create dulu ( P 485 ) sesuai elevasi polygon
  5. Bot Surface : diisi triangle tadi
  6. Cutfill : cut
  7. Output diisi

Training Minescape

STRATMODEL

1. Masukkan data ASCII ke dalam folder data : data topo, survey, litologi

2. Buat design file 3D : topo, holes, subcrop

3. Buat design file 2D : sct_2d

4. Import data topo ke Design Topo : layer misalnya data_topo

5. Buat Boundary topo di Design Topo : layer misalnya bnd_topo

6. Buat sheet spec dari sheet topo : misalnya sht_topo

7. Buat grid spec dari sheet spec : misalnya grd_25

8. Buat grid file : Minescape explorer > gridfile > create

9. Stratmodel : setup-topo model

10. Buat contur topo ke design topo : stratmodel-graphics-contour-grid

11. Buat schema : misalnya schema 1............table dan grid disesuaikan dgn nama schema

12. Setup>current model

13. Setup>display definition

14. Drillholes>import

15. Schema>Process>Biuld Table

16. Schema>Process>Biuld Grid

17. Buat garis section di Design Holes > layer misalnya: XS_lines

18. Buat section 2D – Graphics>section>stratmodel

19. Buat contour structure ke design surface – Graphics > contour > Model

misal: 3_floor

20. Buat subcrop ke Design Subcrop : Graphics > extend > subcrop

Graphics – contour – expression :

Input – expression : totalfloor (‘3’) semua seam 3 ( 3L,3U, dll) akan tampil

Minescape

  1. Mamasukkan data ke dalam folder data di project
  2. Import data > minescape expl > design file > import

Topo

- dapat berupa point, lalu buat sheet spec dan grid spec : minescape ekspl > spec > create

- Model > triangles > design

triangle file, layer & surface name dibuat sama saja

tab option

Boundary polygon output:

Design file : topo layer : bnd_topo_jhn

convexity : 5 sheet limits : sheet_jahon

ok

- Model > grid > design

Pada isian polygon domains ( optional), IDs diisi dgn cara pick boundary di atas ( bnd_topo_jahon)

inclule : yes

grd_25

interpolator : fem

ok

- Graphics > contour

Buat triangle dan grid

cnt interval : 2

ann freq : 5

smoothing : low

dibandingkan hasilnya

STRATMODEL

  1. Schemas > create

- Model

Diisi nama, contoh : model_1

Tab file dan grid file diisi Model_1

Topography diisi topo (dr grid saja)

model options : all

parting di check list

min separation : 0.1

internal weighting : 100

Burden weighting : 5

- Defaults

Thickness : planar 0 1000

Surface : fem 1 1000

Trend : planar 0 1000

Expl. distance : 2000

Min Thicness Max thickness

interval 0.1 5

parting 0.1 5

min. separation 0.3

- Elements

1. W interval conformable continous

2. 1 interval conformable pinch

3. 2u interval conformable pinch

4. 2L interval conformable pinch

5. 3u interval conformable pinch

6. 3L interval conformable pinch

- Compound

1. 2 2U 2L pinch

2. 3 3U 3L pinch

- Survey

Tidak usah diisi

- Conformable

1. weat topo_grd_jhn w

2. coal 3_floor 3L

Akan mengikuti trend yg diisikan

- Limits dan Faults tdk diisi

2.Drillholes > Import

Diisi, controls > create disesuaikan dgn datanya

3.Schemas > process > build table

- Nama schema diisi

- Input > design files – holes > search leyers : hole_jahon

- Controls > modeling steps : all

- penetration file & constraint file tdk diisi

OK.

4.Schemas > process > build grid

- Nama schema diisi

- grid spec diisi

- smooth di check list

- smoothing type : direct

- number of passes : 1

5. Buat kontur Struktur : Graphics > contour > stratmodel

- Schema dan model type diisi

- Input bias surface atau interval

- tab domain dikosongkan

- tab limits diisi

OPEN CUT COAL

MEMBUAT DISPOSAL

  1. Buat polygon daerah yang akan dibuat disposal di layer ttt.
  2. Buat bench spec di Mnscp Expl > Specs – create – pilih benches.
  3. Definition name diisi, contoh bench_5
  4. Schema diisi
  5. Mengisi calculate benches, nantinya kolom2 akan terisi sendiri – OK
  6. Strip_Design > Tag Design Segments

- Type of tagpoint : side wall

- Side definition – klik kanan Create

- Side Definition diisi, contoh sd_30

- start angle def dan end angle def diisi contoh : 30

- Offsets diisi, contoh : 5

- inverted inside

Keterangan untuk nomor 2 ( benches )

7. Strip_design > ramps > Project and Offset

- tab Settings

- Output layers diisi, bisa sama dgn display definition

- Bench spec diisi, contoh : bench_5

- filter tolerance : 0.20

- Sample interval : 15.00

- Tab Operations

- Klik bench – element – Installed Element klik kanan – pick

- Klik start methiod – lalu pilih start value dan target value

- semua isian di check list kecuali offset first

- OK

8. Setelah selesai buat triangulasi disposal dan triangulasi topo

9. Intersection antara topo dan disposal dgn cara: Mnscp Expl – triangles file – process – intersection

- Top adalah disposal

- Bottom adalah toponya

10. Perpotongan tersebut lalu disambung shg membentuk polygon

11. Selanjutnya bisa sendiri kan ?

Training Minescape

STRATMODEL

1. Masukkan data ASCII ke dalam folder data : data topo, survey, litologi

2. Buat design file 3D : topo, holes, subcrop

3. Buat design file 2D : sct_2d

4. Import data topo ke Design Topo : layer misalnya data_topo

5. Buat Boundary topo di Design Topo : layer misalnya bnd_topo

6. Buat sheet spec dari sheet topo : misalnya sht_topo

7. Buat grid spec dari sheet spec : misalnya grd_25

8. Buat grid file : Minescape explorer > gridfile > create

9. Stratmodel : setup-topo model

10. Buat contur topo ke design topo : stratmodel-graphics-contour-grid

11. Buat schema : misalnya schema 1............table dan grid disesuaikan dgn nama schema

12. Setup>current model

13. Setup>display definition

14. Drillholes>import

15. Schema>Process>Biuld Table

16. Schema>Process>Biuld Grid

17. Buat garis section di Design Holes > layer misalnya: XS_lines

18. Buat section 2D – Graphics>section>stratmodel

19. Buat contour structure ke design surface – Graphics > contour > Model

misal: 3_floor

20. Buat subcrop ke Design Subcrop : Graphics > extend > subcrop

Graphics – contour – expression :

Input – expression : totalfloor (‘3’) semua seam 3 ( 3L,3U, dll) akan tampil

Minescape

  1. Mamasukkan data ke dalam folder data di project
  2. Import data > minescape expl > design file > import

Topo

- dapat berupa point, lalu buat sheet spec dan grid spec : minescape ekspl > spec > create

- Model > triangles > design

triangle file, layer & surface name dibuat sama saja

tab option

Boundary polygon output:

Design file : topo layer : bnd_topo_jhn

convexity : 5 sheet limits : sheet_jahon

ok

- Model > grid > design

Pada isian polygon domains ( optional), IDs diisi dgn cara pick boundary di atas ( bnd_topo_jahon)

inclule : yes

grd_25

interpolator : fem

ok

- Graphics > contour

Buat triangle dan grid

cnt interval : 2

ann freq : 5

smoothing : low

dibandingkan hasilnya

STRATMODEL

  1. Schemas > create

- Model

Diisi nama, contoh : model_1

Tab file dan grid file diisi Model_1

Topography diisi topo (dr grid saja)

model options : all

parting di check list

min separation : 0.1

internal weighting : 100

Burden weighting : 5

- Defaults

Thickness : planar 0 1000

Surface : fem 1 1000

Trend : planar 0 1000

Expl. distance : 2000

Min Thicness Max thickness

interval 0.1 5

parting 0.1 5

min. separation 0.3

- Elements

1. W interval conformable continous

2. 1 interval conformable pinch

3. 2u interval conformable pinch

4. 2L interval conformable pinch

5. 3u interval conformable pinch

6. 3L interval conformable pinch

- Compound

1. 2 2U 2L pinch

2. 3 3U 3L pinch

- Survey

Tidak usah diisi

- Conformable

1. weat topo_grd_jhn w

2. coal 3_floor 3L

Akan mengikuti trend yg diisikan

- Limits dan Faults tdk diisi

2.Drillholes > Import

Diisi, controls > create disesuaikan dgn datanya

3.Schemas > process > build table

- Nama schema diisi

- Input > design files – holes > search leyers : hole_jahon

- Controls > modeling steps : all

- penetration file & constraint file tdk diisi

OK.

4.Schemas > process > build grid

- Nama schema diisi

- grid spec diisi

- smooth di check list

- smoothing type : direct

- number of passes : 1

5. Buat kontur Struktur : Graphics > contour > stratmodel

- Schema dan model type diisi

- Input bias surface atau interval

- tab domain dikosongkan

- tab limits diisi

OPEN CUT COAL

MEMBUAT DISPOSAL

  1. Buat polygon daerah yang akan dibuat disposal di layer ttt.
  2. Buat bench spec di Mnscp Expl > Specs – create – pilih benches.
  3. Definition name diisi, contoh bench_5
  4. Schema diisi
  5. Mengisi calculate benches, nantinya kolom2 akan terisi sendiri – OK
  6. Strip_Design > Tag Design Segments

- Type of tagpoint : side wall

- Side definition – klik kanan Create

- Side Definition diisi, contoh sd_30

- start angle def dan end angle def diisi contoh : 30

- Offsets diisi, contoh : 5

- inverted inside

Keterangan untuk nomor 2 ( benches )

7. Strip_design > ramps > Project and Offset

- tab Settings

- Output layers diisi, bisa sama dgn display definition

- Bench spec diisi, contoh : bench_5

- filter tolerance : 0.20

- Sample interval : 15.00

- Tab Operations

- Klik bench – element – Installed Element klik kanan – pick

- Klik start methiod – lalu pilih start value dan target value

- semua isian di check list kecuali offset first

- OK

8. Setelah selesai buat triangulasi disposal dan triangulasi topo

9. Intersection antara topo dan disposal dgn cara: Mnscp Expl – triangles file – process – intersection

- Top adalah disposal

- Bottom adalah toponya

10. Perpotongan tersebut lalu disambung shg membentuk polygon

11. Selanjutnya bisa sendiri kan ?